Pages

Jumat, 10 Oktober 2014

Ketika Saatnya Tiba (WWL Haziq)

rasanya baru kemarin, aku memaksakan diri untuk belajar duduk setelah dioperasi paginya agar bisa menyusui haziq. haziq waktu itu belum bisa menyusu dengan posisi berbaring. mau ga mau, bundanya harus duduk. ketika itu, ayah begitu bersemangat menjadi pom pom boy bagi kami berdua. agar haziq bisa menyusu dan bundanya bisa bertahan duduk. dan baru kemarin, aku menggendongnya dengan memandang matanya sembari haziq juga menatapku sambil tersenyum selama menyusu. 

rasanya juga baru kemarin, aku harus menggigit baju ketika menyusuinya karena haziq sudah mulai menggigit ketika nenen. atau menangis sesenggukan dengan badan gemetar karena putingku sampai terkoyak akibat kegaharan haziq waktu menyusu. 

karena hal-hal diatas, menyusui seakan menjadi candu bagiku dan haziq. ketika haziq tiba di usia 2 tahun dan banyak orang menyarankan agar memulai penyapihan, aku yang keras kepala untuk tetap menyusui haziq sampai tiba saatnya dimana dia sendiri yang menolak untuk menyusu. bahkan ketika aku tahu aku hamil pun dan ketika haziq menyusu yang mengakibatkan kontraksi di perut , aku tetap pada pendirianku untuk terus menyusuinya. karena aku sendiri merasa belum sanggup untuk menyapihnya. 

aku sendiri memilih untuk menyapih haziq dengan cinta dimana menyapih ini tanpa paksaan, tanpa kekerasan dan kebohongan. orang-orang terdekat bahkan ayahnya haziq pun sempat menyarankan agar aku pake pahit-pahit biar haziq ga mau menyusu lagi. tapi aku tetap kukuh untuk WWL karena aku ga mau kerja kerasku menyusui haziq selama 2 tahun lebih harus sia-sia karena aku memakai cara instan untuk menyapihnya. 

mungkin sudah ratusan kali aku membaca tekhnik WWL. bahkan hampir hapal di luar kepala. satu yang aku garisbawahi bahwa triknya adalah JANGAN MENOLAK dan JANGAN MENAWARKAN. dan yes, aku melanggat aturan kedua. sebenarnya aku sudah melihat kesiapan haziq untuk mulai disapih. pada beberapa malam, ada kalanya dia sudah mulai menolak menyusu sebelum tidur. malah dengan sendirinya, haziq minta di tepuk-tepuk sambil dinyanyikan agar bisa tidur. saat itu, aku yang patah hati. aku yang belum siap. jadi aku (nyaris) memaksa agar haziq menyusu. 

tapi ada kalanya juga aku sendiri yang mensounding haziq kalau haziq sudah besar dan anak besar minum air putih, nenen bunda hanya untuk adek bayi. kadang berhasil, dia tidak mau menyusu. tapi lagi-lagi aku sendiri yang lemah, yang ga sanggup, akhirnya tetap menyusui haziq.

setelah galau berbulan-bulan akankah haziq disapih sekarang atau aku biarkan saja haziq menyusu terus, aku akhirnya terdampar di satu blog yang membahas soal WWL (aku lupa alamat blognya). satu yang paling aku ingat, tulisannya yang kurang lebih seperti ini, "menyapih itu adalah salah satu tahapan yang harus dilalui oleh anak. ketika kita tidak rela, maka akan sulit bagi anak untuk melangkah ke tahap selanjutnya

dan jleb jleb, aku tertohok. mungkin ini memang saatnya dimana aku harus merelakan haziq. melepas haziq agar haziq bisa naik ke tahapan selanjutnya. hari ini, tepat 11 hari dimana haziq berhenti menyusu secara total. dari umur 2 tahun, haziq memang sudah jarang menyusu di siang hari. jadi PRku memang membiasakan haziq untuk tidak menyusu sebelum tidur. tentu saja ini juga tidak terlepas dari bantuan sang ayah. 

di hari pertama, aku mensounding haziq seharian kalau mulai hari ini haziq sudah ga nenen dengan bunda. kalau haziq haus, haziq minum air putih. sewaktu akan tidur malam, ini yang mulai membuat aku horor. ayahnya naik ke tempat tidur, mengambil alih proses menidurkan haziq. haziq diajak ngobrol, dibacakan cerita, mulai diberi pengertian kalau hari ini ga nenen bunda lagi, dan ayahnya mulai tepuk-tepuk dan usap punggung sembari nyanyi. bundanya ngumpet di belakang punggung ayah sambil berdoa ke Allah agar dilancarkan prosesnya. alhamdulillah hari pertama, lancar. aku saking ketakutannya sampe ga tidur semalaman demi jagain haziq agar tidur dengan nyenyak. yang ternyata, useless karena anaknya nyenyak-nyenyak aja bobo sampe pagi.

hari kedua, haziq mulai sedikit gelisah. selama ini haziq memang selalu tidur dalam pelukan bunda. nah aku takut untuk tidur sambil memeluknya. takut haziq minta nenen lagi. tapi karena sepertinya haziq tidurnya jadi gelisah, akhirnya aku peluk tidurnya.. dan surprise, kita bisa bobo nyenyak sampai pagi.

di hari ketiga, haziq sudah mulai malu untuk minta nenen. sebelum tidur, dia mulai mau buka-buka bajuku. tapi waktu ditegur kalau haziq sudah besar, haziq langsung mengalihkan tangannya ke perut pura-puranya lagi elus dedek. jadi geli sendiri liat tingkahnya. tapi alhamdulillah mulai malam ini, bundanya sudah bisa bobo sambil peluk-peluk haziq lagi.

sampai saat ini, haziq jadi punya kebiasaan baru. sebelum bobo dia elus-elus perutku dulu. ga apa-apa lah nak. bunda pun tau, menyapih ini mungkin juga ga mudah untuk haziq. jadi mari kita belajar pelan-pelan agar bisa mengikhlaskan ini semua ya nak. walau bunda sudah ga menyusui haziq lagi,     i still love you to the moon and back, son!








4 komentar:

  1. Sebenernya gw bingung mau bilang selamat atau sedih buat yang udah lulus weaning..
    di salah satu sisi kita harus move on demi kebaikan dua belah pihak...
    di sisi lain...secara psikologis...rasanya sakiiit banget ya vi...
    makanya gw merasa lemah banget dalam hal ini...

    Gw suka banget sama tulisan ini...
    No drama at all, so smooth...
    Doakan gw juga bisa weaning Habib dengan smooth ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. no drama karena anaknya emang udah lebih siap (sepertinya). yg drama malah emaknya, nulis ini aja pake linangan air mata. hasyem..

      semoga lancar yaw weaningnya!

      Hapus
  2. Alhamdulillah bisa menyusui hingga 2 tahun ya. Aku juga komitmen begitu. Selamat melewati tahap berikutnya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak. alhamdulillah bisa. tetap semangat ya. yakin komitmennya selesai.

      Hapus