Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

bukan ibu yang sempurna

baca-baca blognya mbak miund dan terinspirasi dari postingannya  yang ini , mungkin perlu juga untuk aku jembrengin segala kesok-idealisan aku di masa hamil dan awal punya haziq dulu. yah sekedar nge-list aja, idealisme dan kenyataan yang ada. hal pertama yang paling aku catet adalah lahiran NORMAL. pokoknya gimana caranya harus normal. sampe ikutan senam hamil, sujud-sujud sampe kepala puyeng biar anaknya muter (waktu itu haziq masih sungsang ajah), ngepel, belajar latihan nafas bahkan kamarku aja ditempelin poster senam hamil. demi demi lahiran normal. tapi Allah yang menentukan, anaknya harus segera dikeluarkan dengan SC. klo ga keracunan. ya terserah deh dok yang penting anaknya selamet. bye bye vaginal birth.. hal kedua, ASI sampe 2 tahun. iya sih bisa sampe dua tahun lebih. tapi itu pun ditopang dengan bantuan sufor saat usia haziq 15 bulan. kenapa? karena ASInya ga bisa diperah lagi. ga ngerti deh ini kenapa. you named it lah. beli segala macam booster, udah. power p...

when he cry

suamiku tidaklah bisa dibilang suami yang tegar. malah kalau bisa aku bilang suamiku adalah orang yang berhati lembut. hatinya sangat lembut sehingga bisa meneteskan air mata hanya dengan mendengar ceritaku. aku sangat ingat pertama kali melihat air matanya menetes ketika aku mantap menerimanya sebagai calon suamiku. aku terkesiap karena aku merasa bahwa ini momen yang bahagia kok bisa-bisanya dia nangis? ah,, waktu itu aku menganggap air matanya sangat indah karena aku tahu hatinya bahagia. setelah itu banyak hal yang aku temui bisa membuat air matanya menetes. terutama ketika awal kehadiran si kecil kami yang harus dipasang selang sana sini atau ketika anak kami menangis setiap mau diambil darah. dia segera pergi menjauh dan ikut menangis. akhirnya mau ga mau akulah yang harus tegar. ya masa kami berdua nangis-nangisan di laboratorium? terus anaknya ga jadi-jadi diambil darah dong. aku sakit setiap kali air matanya menetes. terutama ketika itu adalah masalah yang aku ga bisa ik...

Ketika Saatnya Tiba (WWL Haziq)

Gambar
rasanya baru kemarin, aku memaksakan diri untuk belajar duduk setelah dioperasi paginya agar bisa menyusui haziq. haziq waktu itu belum bisa menyusu dengan posisi berbaring. mau ga mau, bundanya harus duduk. ketika itu, ayah begitu bersemangat menjadi pom pom boy bagi kami berdua. agar haziq bisa menyusu dan bundanya bisa bertahan duduk. dan baru kemarin, aku menggendongnya dengan memandang matanya sembari haziq juga menatapku sambil tersenyum selama menyusu.  rasanya juga baru kemarin, aku harus menggigit baju ketika menyusuinya karena haziq sudah mulai menggigit ketika nenen. atau menangis sesenggukan dengan badan gemetar karena putingku sampai terkoyak akibat kegaharan haziq waktu menyusu.  karena hal-hal diatas, menyusui seakan menjadi candu bagiku dan haziq. ketika haziq tiba di usia 2 tahun dan banyak orang menyarankan agar memulai penyapihan, aku yang keras kepala untuk tetap menyusui haziq sampai tiba saatnya dimana dia sendiri yang menolak untuk menyusu. b...