i challenge myself (part 1)
Sejak berkeluarga, prioritas utamaku jelas sekali bergeser ya. Dulu jaman masih gadis, disuruh dinas kemana aja hayok. Mau berapa lamapun juga hayok. Sejak punya suami, dinas masih dilakoni tapi sering kepikiran mulu dengan suami. Nah apalagi udah punya anak, aku malah bener-bener menolak dinas. Sebenarnya anak dan suami bukan halangan, cuma akunya yang lebih memilih untuk ga mau dinas. Apalagi kerjaanku kan di bagian umum yang notabene emang lebih banyak ngurusin intern kantor. Jadi kalau ada dinas pun, aku lebih memilih untuk ngerjain kerjaannya di kantor trus hasilnya ku email ke temen yang ada di lokasi. Hehe… win win solution kan ya? Tapi lama-lama kok berasa juga jenuhnya. Kemaren-kemaren masih bisa disiasati dengan ikut tim penilaian. Ini salah satu pelampiasan yang menyenangkan. Walaupun capek, aku sangat menyukai penilaian (mungkin karena sesuai background? atau sekedar seneng karena bisa keluar kantor?entahlah). Ke lapangan, cek lokasi, ukur sana sini, cari data pemb...