Pages

Senin, 10 November 2014

kelabu

minggu ini merupakan minggu paling kelam. padahal baru aja touchdown november, udah kelabu aja. hiks.. semuanya karena si anak ganteng sakit. awalnya di hari sabtu pagi, anaknya masih seneng, masih semangat sekolah cuma emang udah mulai keliatan males makannya. pulang sekolah, potong rambut. berhubung anaknya drama banget, jadi potong rambutnya cepak secepak-cepaknya. itu aja udah keringetan baik bapaknya yang megangin dan mas-mas yang gunting. sampe rumah buru-buru dimandiin. waktu mandi sempet muntah dua kali. nah dikira karena kemakan  rambut jadi mual makanya kita cuek aja.

terus sama si ayah, diajak jalan ke carefour. eh di carefour muntah sampe dua kali lagi. sampe rumah udah lemes. aku nya sampe shock liat haziq lemes gitu. dikasih minum, muntah. makan, nolak. cemas. sorenya langsung bawa ke dokter. terus kata dokter, anaknya kena muntaber. hiks.. malemnya nightmare, gerak dikit muntah. tidur aja bisa mencret berkali-kali. minggu mulai parah, makan minum ga ada yang masuk. tapi mencret dan muntah masih jalan. huah.. oralit juga ditolak. mulai keliatan haziq dehidrasi. senin, dibawa lagi ke dokter. dokternya cuma bilang kurang cairan. kasih oralit terus dan ayah ibunya harus SABAR. akhirnya setelah terus-terusan adegan minum, mencret, oralit, mencret, oralit. rabu mulai ada kemajuan. anaknya mulai mau makan walaupun cuma sesendok dan sorenya bisa main.

rabu malem, panas tinggi. muntaber berakhir datanglah demam. hore.. bundanya udah meriang-meriang tapi masih mencoba kuat. dikasih sanmol tapi kok demamnya ga turun-turun. akhirnya jumat ke dokter lagi. dokter mengidentifikasi haziq demam karena flu. dikasih resep obat racikan. diminumkan ke haziq dan haziq jerit-jerit kesakitan. puncaknya saat tidur malam. ga mau dipegang. ga mau digendong. ga mau dikasih susu. cuma bisa melempar badan ke kanan dan ke kiri. sambil pegang-pegang kepala. hatiku rasanya hancur. nanya yang mana yang sakit, ga dijawab. cuma bisa nangis jejeritan. horor. rasanya itu malam terpanjang. cuma bisa liatin aja tanpa bisa berbuat apa-apa. akhirnya haziq ketiduran karena kecapekan nangis. besok paginya ga mau kasih obat resep dokternya lagi. aku trauma.

sabtu minggu masih gitu-gitu aja perkembangannya. panas turun. panas turun. diiringi dengan batuk berdahak dan hidung tersumbat. rasanya pengen memperpanjang cuti sampe anak kiciknya bener-bener sembuh. tapi ga bisa. hari ini harus masuk kantor. tadi pagi saat ditinggal, anaknya udah bisa senyam senyum. semoga cepet sembuh ya nak.

abis sakit ini yang sehat terus ya. bunda rasanya mules banget tiap liat kamu terbaring lemah dengan badan yang semakin kurus kayak sekarang. hiks..

Kamis, 30 Oktober 2014

bukan ibu yang sempurna

baca-baca blognya mbak miund dan terinspirasi dari postingannya yang ini, mungkin perlu juga untuk aku jembrengin segala kesok-idealisan aku di masa hamil dan awal punya haziq dulu. yah sekedar nge-list aja, idealisme dan kenyataan yang ada.

hal pertama yang paling aku catet adalah lahiran NORMAL. pokoknya gimana caranya harus normal. sampe ikutan senam hamil, sujud-sujud sampe kepala puyeng biar anaknya muter (waktu itu haziq masih sungsang ajah), ngepel, belajar latihan nafas bahkan kamarku aja ditempelin poster senam hamil. demi demi lahiran normal. tapi Allah yang menentukan, anaknya harus segera dikeluarkan dengan SC. klo ga keracunan. ya terserah deh dok yang penting anaknya selamet. bye bye vaginal birth..

hal kedua, ASI sampe 2 tahun. iya sih bisa sampe dua tahun lebih. tapi itu pun ditopang dengan bantuan sufor saat usia haziq 15 bulan. kenapa? karena ASInya ga bisa diperah lagi. ga ngerti deh ini kenapa. you named it lah. beli segala macam booster, udah. power pumping, udah. perah kedua payudara, udah. nambah frekuensi perah, udah. tapi hasilnya semakin minimalis. yang pasti ga cukup untuk haziq di siang hari. akhirnya dengan berat hati, dikasih sufor di siang hari. malemnya baru nenen.

hal ketiga, makan pake highchair. hah,,mimpi banget ini. awal-awal 6 bulan, anaknya sih masih planga plongo didudukin ke highchair. masih lep lep aja tiap disumpelin makan. semakin hari, kok semakin ga mau didudukin kesana. highchairnya udah digeret sana sini. demi perubahan lokasi yang mana siapa tau bisa menambah nafsu makan. itu semua bohong aja. anaknya lebih anteng digendong makannya. apalagi diajakin muter-muter kampung, ga berasa tiba-tiba abis makanannya. alhamdulillah. anaknya kenyang, yang ngasuh encok-encok. makan tertib di restoran, itu hal yang mustahil. yang ada, ganti-gantian makannya. klo ga, bisa-bisa satu meja dibalikin sama anaknya. huahaha...

hal keempat, ngedot. iye, udah tau banget lah kalau dot itu ga bagus. niat awal disendokin atau pake cup feeder. tapi ya diprotes sama nenek dan pengasuhnya. akhirnya karena sadar ya kalau masih butuh bantuan untuk ngasuh haziq, diturutin aja pake dot. yang keterusan sampe sekarang. baru hari ini, dot disimpen dan diganti pake gelas. doakan berhasil.

hal kelima, ga nonton TV. ga main gadget. tapi, cuma gadget dan TV yang bisa bikin haziq anteng atau teralihkan ketika dia menangis (yang mana nangisnya kayak digebukin sama emaknya). demi kewarasan bersama, maka setel TV ketika ayah bundanya butuh sendirian (mandi atau pup) dan anaknya ga mau ditinggal.

hal keenam, makan makanan bergizi. oh waktu sebelum satu tahun, bisa dipastikan makanannya bergizi karena aku turun tangan sendiri untuk bikin (yang akibatnya jadi sering telat ngantor). setelah setahun, udah makanan yang ada di rumah dikasih ke haziq. termasuk jajanan dan bubur ayam yang suka lewat pagi-pagi. dan oh, yang terbaru kalau anaknya ga doyan makan, di suapin nasi+air+gula. atau langsung gotong ke KFC *minta dirajam

buat list ini jadi berasa bikin pengakuan dosa. biar deh mau dibilang buka aib, ya buka aib. tapi emang aku tau diri kok kalau aku bukan ibu yang sempurna untuk haziq. 

Kamis, 16 Oktober 2014

when he cry

suamiku tidaklah bisa dibilang suami yang tegar. malah kalau bisa aku bilang suamiku adalah orang yang berhati lembut. hatinya sangat lembut sehingga bisa meneteskan air mata hanya dengan mendengar ceritaku.

aku sangat ingat pertama kali melihat air matanya menetes ketika aku mantap menerimanya sebagai calon suamiku. aku terkesiap karena aku merasa bahwa ini momen yang bahagia kok bisa-bisanya dia nangis? ah,, waktu itu aku menganggap air matanya sangat indah karena aku tahu hatinya bahagia.

setelah itu banyak hal yang aku temui bisa membuat air matanya menetes. terutama ketika awal kehadiran si kecil kami yang harus dipasang selang sana sini atau ketika anak kami menangis setiap mau diambil darah. dia segera pergi menjauh dan ikut menangis. akhirnya mau ga mau akulah yang harus tegar. ya masa kami berdua nangis-nangisan di laboratorium? terus anaknya ga jadi-jadi diambil darah dong.

aku sakit setiap kali air matanya menetes. terutama ketika itu adalah masalah yang aku ga bisa ikut membantu menyelesaikan. maka hanya doalah yang bisa aku panjatkan serta gosokan lembut di punggungnya agar dia bisa sepuasnya meneteskan air mata.

ah..suamiku. dulu aku merasa bahwa ketegaran lelaki adalah ketika dia tidak meneteskan air mata di situasi apapun. tetapi aku salah. aku melihat ketegaran yang lain ada pada dirimu ketika air matamu menetes dan engkau bangkit kembali dari segala keterpurukan yang ada.

i know you always be a hero for us


Jumat, 10 Oktober 2014

Ketika Saatnya Tiba (WWL Haziq)

rasanya baru kemarin, aku memaksakan diri untuk belajar duduk setelah dioperasi paginya agar bisa menyusui haziq. haziq waktu itu belum bisa menyusu dengan posisi berbaring. mau ga mau, bundanya harus duduk. ketika itu, ayah begitu bersemangat menjadi pom pom boy bagi kami berdua. agar haziq bisa menyusu dan bundanya bisa bertahan duduk. dan baru kemarin, aku menggendongnya dengan memandang matanya sembari haziq juga menatapku sambil tersenyum selama menyusu. 

rasanya juga baru kemarin, aku harus menggigit baju ketika menyusuinya karena haziq sudah mulai menggigit ketika nenen. atau menangis sesenggukan dengan badan gemetar karena putingku sampai terkoyak akibat kegaharan haziq waktu menyusu. 

karena hal-hal diatas, menyusui seakan menjadi candu bagiku dan haziq. ketika haziq tiba di usia 2 tahun dan banyak orang menyarankan agar memulai penyapihan, aku yang keras kepala untuk tetap menyusui haziq sampai tiba saatnya dimana dia sendiri yang menolak untuk menyusu. bahkan ketika aku tahu aku hamil pun dan ketika haziq menyusu yang mengakibatkan kontraksi di perut , aku tetap pada pendirianku untuk terus menyusuinya. karena aku sendiri merasa belum sanggup untuk menyapihnya. 

aku sendiri memilih untuk menyapih haziq dengan cinta dimana menyapih ini tanpa paksaan, tanpa kekerasan dan kebohongan. orang-orang terdekat bahkan ayahnya haziq pun sempat menyarankan agar aku pake pahit-pahit biar haziq ga mau menyusu lagi. tapi aku tetap kukuh untuk WWL karena aku ga mau kerja kerasku menyusui haziq selama 2 tahun lebih harus sia-sia karena aku memakai cara instan untuk menyapihnya. 

mungkin sudah ratusan kali aku membaca tekhnik WWL. bahkan hampir hapal di luar kepala. satu yang aku garisbawahi bahwa triknya adalah JANGAN MENOLAK dan JANGAN MENAWARKAN. dan yes, aku melanggat aturan kedua. sebenarnya aku sudah melihat kesiapan haziq untuk mulai disapih. pada beberapa malam, ada kalanya dia sudah mulai menolak menyusu sebelum tidur. malah dengan sendirinya, haziq minta di tepuk-tepuk sambil dinyanyikan agar bisa tidur. saat itu, aku yang patah hati. aku yang belum siap. jadi aku (nyaris) memaksa agar haziq menyusu. 

tapi ada kalanya juga aku sendiri yang mensounding haziq kalau haziq sudah besar dan anak besar minum air putih, nenen bunda hanya untuk adek bayi. kadang berhasil, dia tidak mau menyusu. tapi lagi-lagi aku sendiri yang lemah, yang ga sanggup, akhirnya tetap menyusui haziq.

setelah galau berbulan-bulan akankah haziq disapih sekarang atau aku biarkan saja haziq menyusu terus, aku akhirnya terdampar di satu blog yang membahas soal WWL (aku lupa alamat blognya). satu yang paling aku ingat, tulisannya yang kurang lebih seperti ini, "menyapih itu adalah salah satu tahapan yang harus dilalui oleh anak. ketika kita tidak rela, maka akan sulit bagi anak untuk melangkah ke tahap selanjutnya

dan jleb jleb, aku tertohok. mungkin ini memang saatnya dimana aku harus merelakan haziq. melepas haziq agar haziq bisa naik ke tahapan selanjutnya. hari ini, tepat 11 hari dimana haziq berhenti menyusu secara total. dari umur 2 tahun, haziq memang sudah jarang menyusu di siang hari. jadi PRku memang membiasakan haziq untuk tidak menyusu sebelum tidur. tentu saja ini juga tidak terlepas dari bantuan sang ayah. 

di hari pertama, aku mensounding haziq seharian kalau mulai hari ini haziq sudah ga nenen dengan bunda. kalau haziq haus, haziq minum air putih. sewaktu akan tidur malam, ini yang mulai membuat aku horor. ayahnya naik ke tempat tidur, mengambil alih proses menidurkan haziq. haziq diajak ngobrol, dibacakan cerita, mulai diberi pengertian kalau hari ini ga nenen bunda lagi, dan ayahnya mulai tepuk-tepuk dan usap punggung sembari nyanyi. bundanya ngumpet di belakang punggung ayah sambil berdoa ke Allah agar dilancarkan prosesnya. alhamdulillah hari pertama, lancar. aku saking ketakutannya sampe ga tidur semalaman demi jagain haziq agar tidur dengan nyenyak. yang ternyata, useless karena anaknya nyenyak-nyenyak aja bobo sampe pagi.

hari kedua, haziq mulai sedikit gelisah. selama ini haziq memang selalu tidur dalam pelukan bunda. nah aku takut untuk tidur sambil memeluknya. takut haziq minta nenen lagi. tapi karena sepertinya haziq tidurnya jadi gelisah, akhirnya aku peluk tidurnya.. dan surprise, kita bisa bobo nyenyak sampai pagi.

di hari ketiga, haziq sudah mulai malu untuk minta nenen. sebelum tidur, dia mulai mau buka-buka bajuku. tapi waktu ditegur kalau haziq sudah besar, haziq langsung mengalihkan tangannya ke perut pura-puranya lagi elus dedek. jadi geli sendiri liat tingkahnya. tapi alhamdulillah mulai malam ini, bundanya sudah bisa bobo sambil peluk-peluk haziq lagi.

sampai saat ini, haziq jadi punya kebiasaan baru. sebelum bobo dia elus-elus perutku dulu. ga apa-apa lah nak. bunda pun tau, menyapih ini mungkin juga ga mudah untuk haziq. jadi mari kita belajar pelan-pelan agar bisa mengikhlaskan ini semua ya nak. walau bunda sudah ga menyusui haziq lagi,     i still love you to the moon and back, son!








Jumat, 12 September 2014

random thought

huah..nampaknya aku mulai keabisan ide apa yg mau ditullis disini. jadinya blog ini semakin jarang ditengok (apalagi ditulis). karena aku keabisan ide jadi cerita yg random-random aja tentang yang terjadi belakangan ini. baru-baru ini haziq kami masukin ke sekolah (sekolahan). sekolahnya cuma hari sabtu. 1,5 jam pula. isinya dari awal cuma berdoa, nyanyi, main, corat-coret atau mewarnai, antri cuci tangan, makan, nyanyi lagi trus pulang deh. haha.. niatnya emang cari sekolahan gini sih karena tujuan utama emang mau haziq berteman. maklum walaupun notabene tinggal di kampung, disini sepi ga ada anak kecil. jadi disekolahin biar ada temennya. dari dua kali masuk sekolah, keliatannya haziq seneng. cuma memang belum mau ikutin apa kata miss nya. disuruh mewarnai atau corat-coret dia males. malah ambil bekal dan makan (anak siapa ini??).

yang paling lucu adegan buat origami. jadi di kelas ini anaknya seumuran haziq semua. terus di kelasnya ortu boleh masuk. nah waktu adegan melipat origami (yang mana ortunya semua pada turun tangan), yg lain sukses dong jadi kapal. nah kertas kami malah bentuknya ga beraturan. padahal yang melipat aku dan si ayah. kita sampe bingung liat bentuknya dan ortu lain ketawa aja dong liat "kapal" kami. maaf ya nak. bunda paham deh kalau kamu agak sulit di urusan ini. lah bunda sama ayah aja gagal. hihi..

terus sebentar lagi si ayah mau ikut tes beasiswa s2. awalnya kita semangat untuk ikutan. motifnya sih berbeda. aku berdoa banget biar si ayah bisa lulus. jadi aku bisa ambil cuti di luar tanggungan negara dan jadi SAHM untuk sementara sedangkan modus si ayah cuma agar bisa kabur dua hari dari kantor dengan alasan ikut tes.

nah kemudian si ayah dapet WA dari temen-temen grupnya yang ngomongin pajak jadi BOP terus pegawai tugas belajar ga bakal keangkut ke BOP. eh aku langsung bilang, udah yah tesnya main-main aja deh. ga usah dilulusin (semacam PD banget kalau bakal lulus) biar ayah masih bisa keangkut ke BOP. ya mana tau gaji BOP bisa setara gaji oil company (menghayal)

poinnya, ketika emak-emak medit ini dihadapkan pada pilihan yang udah jadi ambisi dari dulu tapi ketika berhadapan dengan uang tetap menyerah kalah. haha..

si adek gimana kabarnya? alhamdulillah si adek anaknya baik banget. jadi tiap hari aku selalu pengen makan yang fancy-fancy semacam pizza, jco, minum cha time atau ngedimsum di hotel classie. cuma anaknya pengertian ya. ketika pengen makan jco, di rumah nemu fullo. makan fullo sebiji, udah jconya ga kepengen lagi.  terus kemaren pengen makan pizza, eh di rumah ada gorengan, makan deh tahu goreng, eh pizzanya juga udah ga kepengen lagi. alhamdulillah adek. pinter banget kamu. tau aja kalau makan tiap hari ngikutin kepengenan, bunda sama ayah bisa bangkrut. hihi..

yups, segini dulu lah postingan ngalor ngidul ini. waktu udah menunjukkan 16.58. time to go home. happy weekend :)

Kamis, 14 Agustus 2014

sebulan ini

hampir sebulan sejak terakhir bikin postingan. rasa mual dan malas bercampur jadi satu akhir-akhir ini. sebelumnya, The Adrians mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Batin. untuk kesalahan dan hal menyakitkan yang kami sengaja atau ga sengaja kami lakukan (telat banget ini!!)

sampai saat ini masih menyesuaikan diri dengan segala perubahan yang terjadi. mulai dari morning (or should i call it everytime?) sickness? kemanjaan haziq yang muncul berkali-kali lipat. rasa lelah yang akhir-akhir ini semakin sering menggerogoti aku dan suami sampe suami kelepasan "teriak" marah ke haziq yang disambut dengan tatapan matanya yang sangat kaget dengan reaksi ayahnya. dan yang terakhir mimpi yang harus kami pendam dulu untuk sementara.

dalam satu bulan ini memang banyak banget hal-hal yang berubah dengan cepatnya di hidup kami. sound lebay? but yes, it's true. hm,, dimulai darimana ya? setelah mengetahui adanya si adek di dalam perut, aku tahu tersisa setidaknya 8 bulan lagi bagi aku untuk full fokus ke haziq dan entah kenapa, aku sedih. nah bingung kan ya? aku sampe merasa apakah perasaan ini normal? dan untungnya dua orang yang aku tanya (krn sudah beranak dua juga) dua-duanya pun punya perasaan yang sama. jadi, kita anggap ini normal lah ya (sample nya emang kurang tapi mari kita anggap hasilnya signifikan).

sebelum tau ada si adek, sebenernya kami (akhirnya) memutuskan akan menempati rumah yang baru dibangun itu. kami sudah membuat planning kapan tanggalnya. apa aja yg harus kami lakukan. bahkan sudah berancang-ancang mengambil jatah cuti tahunan untuk pindahan. eng ing eng, aku hamil dan adek ipar keterima kerja di jakarta. dunia berkonspirasi nampaknya. jadi, kami memutuskan tetap di rumah mertua sampai saat yang tidak ditentukan.

kerjaan di kantor juga semakin berat. bukan kualitas atau kuantitasnya tapi malah ke sikap temen-temen kantor yang bikin aku bete dan memutuskan untuk bikin benteng sendiri. ga mau meladeni ulah mereka lagi yang sangat kekanak-kanakan. ketika atmosfer di tempat kerja berubah, yang mana moodku pun sangat ga bagus karena harus mual dan muntah terus menerus, akhirnya aku malah crancky ke suami dan mempertimbangkan keputusan resign lagi. cemen ya? resign tapi cicilan-cicilan ini bisa terus jalan dan kenyamanan yang didapat sekarang pun tetap bisa didapatkan nantinya setelah resign (banyak maunya)

ehm..kemaren juga sempet berancang-ancang pengen daftar haji. pokoknya ini semacam proyek ambisiseus tahun ini. udah hitung sana sini. kalau korek ini dan itu ditambah hono dan hene, nampaknya cukup buat daftar berdua. tapi lagi-lagi keinginan ini pending dulu. dialihkan untuk tabungan lahiran si adek dan keperluan dia. hoho..yang ini kebodohan emaknya. haziq belum 2 tahun aku udah main kasih-kasih aja semua barang haziq waktu bayi. dan sekarang, nabung-nabung lagi deh buat keperluan si adek. ada yang mau hibah kesini? (tatapan pilu)

viewthevibe.com



Selasa, 15 Juli 2014

From 3 (InsyaAllah) become 4

bulan Juli ini hectic bener deh ah. rempong dengan urusan kantor sih. jadi di kantor ini kan aku di bagian keuangan ya. taulah PNS bulan Juli banyak bener yg harus dibuat. belom laporan bulanan, triwulanan dan semesteran termasuk rapelan dan 13-13 itu (yg sampe sekarang belum turun aja juknisnya). hoho.. belom apa-apa otak udah ngebul terus kalau di kantor.

karena sibuk jadi ga keinget lagi siklus bulanan terakhir itu kapan. malah suami yang nanya-nanya mulu kok aku ga dapet-dapet. karena aku sibuk mulu, aku cuma mikir kecapekan aja. hihi.. tapi udah beberapa hari ini badan rasanya semriwing ga jelas, pusing-pusing dan mual. oke got it. kayaknya harus beli testpack ini. tapi cuma ngomong doang sih sama suami, ga ada realisasinya. tiba-tiba minggu sore, hujan-hujan, suami nganterin makanan buka buat tante ama om, eh pulang-pulang nenteng testpack dong. ya kebetulan lah emang niat mau mandi sekalian ngecek. tunggu punya tunggu, garisnya DUA kakak...

ternyata rasanya beda banget dengan perasaan waktu hamil pertama. kalau dulu kan karena udah dinanti-nanti jadi kegembiraannya meledak-ledak. nah kalau yang kedua, setelah tau hamil, aku nya sempet bengong bentar, terus hitung umur haziq dan langsung deh pikiran melayang kemana-mana. seneng udah pasti tapi ada perasaan bimbang juga. suami waktu dikasih tau seneng tapi kelihatannya sih ada perasaan bimbang juga kayak aku.

tapi semakin kesini karena udah punya pengalaman sebelumnya jadi aku malah santai banget menghadapi kehamilan ini. tadi pagi, cek ke dokter dan kata dokter masih kecil banget lah sekitar 4-5 minggu. mungkin karena suami pun lebih pengalaman, tadi malah suami yg sibuk tanya ini itu ke dokternya. aku aja ga kepikiran lho mau tanya itu. hihi.. sehat-sehat ya adek bayi. we love you :*